Sabtu, 28 April 2012

MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN



MANAJEMEN  KEUANGAN  PERUSAHAAN

1).Permodalan Dalam Berwirausaha

a).Modal  Usaha

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh orang-orang yang yang ingin melakukan usaha atau bisnis adalah masalah permodalan, bagaiman kita akan melakukan kegiatan usaha kalau tidak memiliki modal karena mereka hanya mengartikan modal itu sebatas dalam “Uang”.  Sebenarnya modal dalam melakukan bisnis tidak sebatas uang  dan dalam bentuk uang  hanya 10 % dari semua modal yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha.  Sedangkan sisanya 90 % nya lagi adalah bentuk lain seperti antara lain :

 (1). Pengalaman ;  pengalaman ni bisa digaunakan sebagai titik sentral dalam berbisnis seperti
       menciptakan peluang,  melakukan survey pasar dan lain-lain.
(2).  Pengetahuan ; pengetahuan ini adalah ibaratnya rohnya bisnis atau merupakan  suatu peta
        perjalanan, tanpa roh bisnis tidak hidup dan tanpa peta bisnis   yang   kita   jalankan  tanpa
        arah.
(3). Keterampilan ; keterampilan ini di ibaratkan sebagai mesin tanpa mesin atau keterampilan 
       jalannya bisnis akan sangat lamban.
(4). Keberanian ; atau menghilangkan rasa takut dan  biasanya orang-orang tidak berani  untuk
       memulai bisnis karena takut akan rugi, bagaimana kita tahu hasilnya apabila  belum pernah
      dikerjakan.
(5). Konsep bisnis ;   konsep  bisnis  di  ibaratkan  kompas  dalam  sebuah  kapal,  berlayar tanpa
        Kompas  kapal  akan  teromabang ambing tanpa arah, dan  disuatu  saat  tinggal  menunggu
       dihempaskan oleh gelombang.
(6).  Jaringa atau relasi ;   jaringan  atau relasi-relasi  yang  dimiliki  dapat merupakan  dukungan
        penambah semangat dan ini merupakan modal yang sangat berarti.
(7). Spiritual ;  spiritual  ini  merupakan  penambah   gairah    atau  semangat,  misalnya dengan
       memohon doa restu dari orang-orang yang dianggap mumpuni.
(8).  Kreativitas dan inovasi ;   kreativitas  dan  inovasi ini di ibaratkan gas bagi kendaraan  untuk
       mempercepat jalannya kendaraan atau kegiatan bisnis.
(9). Equity atau asset ;   equity  atau  modal  memang  penting  tetapi hanya sekedar menetukan
      skala usaha saja, tidak mesti dimu;lai dengan skala usaha yang  besar.
(10). Keberuntungan ;   keberuntungan ini tidak hanay untuk ditunggu tetapi dipersiapkan dan
        diamati terutama berkaitan denga ; waktu, intisi, momentum dan usaha.
Bagaimana melakukan bisnis tanpa modal berupa uang,  untuk melakukan bisns tanpa uang bukannya tidak memungkinkan, banyak yang bisa dilakukan dalam berbisnis tanpa uang seperti misalnya :

(1). Menjual pengetahuan dan keterampilan ; misalnya  menjadi konsultan bisnis, seperti
      membuat proposal atau studi kelayakan usaha.
(2). Menjual jaringan atau relasi ;  kita bisa memanfaatkan jaringan atau relasi yang   demikian
       tersebut, misalnya ada teman  yang mempunyai  modal  tetapi  tidak  atau tidak   tahu cara
       memberdayakan   modalnya   denga  cara  menghubungkan   dengan      orang –orang yang
       menjual pengetahuan.
(3). Menjual hobi atau kesukaan ;  hobi  juga  bisa  kita  jual  misalnya  dengan  mengembangkan
      menjadi bisnis, menjadi pelatih  olah raga.
(4). Menjual pengalaman ;  menjual  pengalaman  misalnya  seperti   menjadi  tenaga part timer
      atau paruh waktu seperti menjadi dosen, atau bimbingan test.
(5). Menjual nama ;  kalau kita cukup kapabel atau menjadi oarng yang telah terkenal misalnya
      dengan mengadakan seminar-seminar, seperti Mario Teguh sebagai motivator.
(6). Menjual informasi ;  seperti sebgai brooker, atau makelar.

b). Sumber-sumber Modal

Sumber modal yang dimaksud disini adalah  modal dalam artian uang,  untuk memperoleh modal usaha  bisa bersumber dari dalam perusahaan sendiri atau pendanaan internal  dan bisa juga dari luar perusahaan atau pendanaan eksternal.

(1). Sumber modal dari dalam perusahaan ( pendanaan  internal )  :

(a).Dari para pemililik perusahaan atau pemegang saham
(b).Dari dana cadangan, biasanya dana cadangan adalah dari perusahaan yang telah beroperasi,
     yan g disisihkan dari keuntungan perusahaan.
(c).Dari dana keuntungan yang tidak dibagi, biasanya untuk mengantisipasi bilaman perusahaan
     pada  periode  berikutnya  tidak  memperoleh  keuntungan,  pada  saat itulah laba yang tidak
    dibagi ini diberikan kepada pemegang saham atau pemilik perusahaan.

(2). Sumber modal dari luar perusahaan ( pendanaan eksternal ) :

(a). Dari dana penyertaan , misalnya dengan  menjual saham.
(b). Dari dana hutang atau pinjaman ( kredit ), perorangan atau perbankan.
(c). Dari program pemerintah, seperti bantuan untuk wirausaha pemula.
(d). Dari teman atau keluarga, seperti hibah atau harta warisan .
(e). Dari dana ventura, dana ventura ini biasanya perusahaan sudah ada dan sedang mengalami
     masalah keuangan,hanya saja pemilik dana ikut terlibat dalam manajemen perusahaan.
(f). Dari Para pemasok ;  dana dari para pemasok bukan dalam bentuk uang tetapi dalam bentuk
    bahan yang dibayar kemudian atau dengan jangka waktu.

2).Strategi Keuangan Perusahaan

(1). Pengertian Manajemen Keuangan

Keberhasilan operasi perusahaan biasanya dilihat dari keberhasilan di bidang keuangan, oleh karena itu seorang manager keuangan memegang peranan penting dalam operasi perusahaan. Fungsi manager keuangan perusahaan adalah merencanakan, mencari, memanfaatkan dan megendalikan keuangan perusahaan seefesien mungkin untuk kemajuan perusahaan. Salah satu tujuan utama dari manajemen keuangan adalah memaksumumkan equity para pemegang saham atau pemilik perusahaan. Dalam uasaha mencapai tujuan tersebut juga harus dipertimbangkan dampak lingkungan eksternal, seperti polusi, keselamatan kerja dan keamanan produk. 

Dalam menjalankan fungsinya seoarang manager keuangan perlu bekerja sama dengan pihak-pihak lain di dalam perusahaan, yang ikut berperan dalam memajukan perusahaan seperti bagian produksi, pemjualan dan pemasaran. Karena masing-masing bagian memiliki pola pemikiran yang berbeda-beda, dan ternyata dalam prakteknya menyatukan pola pemikiran yang berbeda-beda tersebut tidaklah mudah. Oleh karena itu akan sangat bermanfaat sekali semua pihak yang terlibat dalam operasi perusahaan mengetahui tentang manajemen keuangan agar tujuan perusahaan bisa dicapai dengan pola pemikiran yang sama.

Salah satu faktor yang terpenting dalam memutar roda perusahaan adalah adanya ketersediaan modal adat bisa juga disebut sebagai dana,  atau sering juga diibaratkan sebagai darah dalam tubuh manusia yang membawa makanan untuk memenuhi kebutuhan energy tubuh agar bisa beraktivitas. Begitu juga modal atau dana tersebut  kalau tidak ada dana maka aktivitas  perusahaan tidak  akan bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan dan bahkan mungkin tidak akan bergerak. Sebaliknya dana yang berlebihan mungkin saja akan menyebabkan kerugian perusahaan kalau dana tersebut berasal dari hasil pinjaman yang bunganya harus dibayar.

Oleh karena itu terdapat tiga hal pokok yang perlu diketahui bagaimana mengelola pendaan secara optimal yaitu ;

(a). Berapa jumlah dana yang dibutuhkan dalam menjalankan operasi perusahaan.
(b). Bilamana dana tersebut dibutuhkan  untuk menjalankan operasi perusahaan.
(c). Darimana sumber pendanaan itu dieroleh apakah dari dalam perusahaan atau dari luar
      Perusahaan.

Melalui perencanaan yang berhati-hati kekurangan atau kelebihan dana akan dapat dihindari, yaitu melalui suatu perencanaan yang menyeluruh mulai dari proses produksi sampai ke penjualan. Dan sumber pendanaan umumnya bisa diperoleh dari dalam perusahaan sendiri atau dari pemilik erusahaan atau para pemegang saham, dan dari luar perusahaan bisa berupa hutang baik itu hutang jakngka pendek maupun jangka panjang atau jenis hutang lainnya ( dari para pemasok input produksi ).

(2). Kompossisi  Modal / Pendanaan

Dalam penggunaan dana untuk operasi perusahaan seperti yang sudah dijelaskan di atas bisa bersumber dari dalam maupun luar perusahaan dalam bentuk hutang, karena dalam bentuk hutang sudah tentu aka nada ongkos modal yaitu berupa bunga yang harus dibayarkan. Untuk menentukan komposisi pendanaan perusahaan apakah bersumber dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan, sebagai salah satu tolok ukur adalah dengan mengetahui tingkat pendapatan  bagi pemegang saham atau pemilik perusahaan.  Dengan mengetahui tingkat pendapatan pemegang saham yaitu dengan mengetahui “return on equity” ( ROE ), yaitu  perbandingan antara  tingkat keuntungan atau laba bersih  dengan modal sendiri dan tingkat bunga atau biaya bunga.

Untuk lebih jelasnya lihat contoh perhitungan sebagai berikut :

Misalnya saja suatu perusahaan perikanan UD. Bandar Mina, yang mempunyai total aktiva atau kekayaan ( asset )  perusahaan sebesar Rp 100.000.000. dari perhitungan rugi/laba diasumsikan akan diperoleh laba ( sebelum bunga dan pajak )  sebesar Rp. 30.000.000.

Sumber pendaan  akan dipilih dari tiga alternatif  yaitu ;

(a). 100 % berasal dari modal sendiri ( dari pemilik atau pemegang saham ).
(b).   60 % berasal dari modal sendiri dan 40 % dari luar atau pinjaman
(c).   40 % berasal dari modal sendiri dan 60 % dari luar atau pinjaman.

Bunga pinjaman adalah sebesar 20 % per tahun, selanjutnya bisa dihitung berapa besar ROE nya, yaitu dengan melihat besarnya equity ( bisa dilihat dari neraca perusahaan ) dan tingkat keuntungan ( bisa dilihat dari perhitungan rugi/laba ), sebagai berikut :

(a). Untuk alternatif :  1 (  100 % modal sendiri ) :

     
UD. Bandar Mina
Neraca per 31 Desember 2010
( dalam jutaan rupiah )
________________________________________________________
                                    AKTIVA :                                                          PASSIVA :          
                                   Aktiva Lancar        55                                      Hutang                 0
                               Aktiva Tetap         45                                  Modal/Equity  100
_______________________________________________________
                               Total Aktiva        100                             Total Passiva        100
_________________________________________________________

                     Laba sebelum bunga dan pajak   = Rp. 30.000.000              
                     Bunga pinjmanan                         =      -
                     Pajak penghasilan                        = ( 15 % x Rp 10.000.000 ) +
                                                                             (  25 % x Rp 20.000.000 )
                                                                          = Rp. 6.500.000
                     Laba bersih   = Rp 30.000.000 -  Rp 6.500.000  = Rp 23.500.000

                                 Rp.  23.500.000
                     ROE =  ---------------------  x 100 %  =  23.5 %
                                 Rp. 100.000.000









 (b). Untuk alternative  : 2 ( 60 % modal sendiri dan 40 % pinjaman )

UD. Bandar Mina
Neraca per 31 Desember 2010
( dalam jutaan rupiah )
________________________________________________________
                                    AKTIVA :                                                          PASSIVA :          
                                   Aktiva Lancar        55                                      Hutang                4 0
                               Aktiva Tetap         45                                   Modal/Equity    60
_______________________________________________________
                               Total Aktiva        100                             Total Passiva          100
_________________________________________________________

                     Laba sebelum bunga dan pajak   = Rp. 30.000.000              
                     Bunga pinjmanan                         =  20 % x Rp 40.000.000 = Rp 8.000.000
                     Laba sebelum pajak                     = Rp 22.000.000
                     Pajak penghasilan                        = ( 15 % x Rp 10.000.000 ) +
                                                                             (  25 % x Rp 12.000.000 )
                                                                          = Rp. 4.500.000
                     Laba bersih   = Rp 22.000.000 -  Rp 4.500.000  = Rp 17.500.000

                                 Rp.  17.500.000
                     ROE =  ---------------------  x 100 %  =  29.17 %
                                 Rp.  60.000.000

(c). Untuk Alternative : 3 ( 40 % modal sendiri dan 60% pinjaman )

UD. Bandar Mina
Neraca per 31 Desember 2010
( dalam jutaan rupiah )
________________________________________________________
                                    AKTIVA :                                                          PASSIVA :          
                                   Aktiva Lancar        55                                      Hutang                60
                               Aktiva Tetap         45                                   Modal/Equity    40
_______________________________________________________
                               Total Aktiva        100                             Total Passiva          100
_________________________________________________________

                     Laba sebelum bunga dan pajak   = Rp. 30.000.000              
                     Bunga pinjmanan                         =  20 % x Rp 60.000.000 = Rp 12.000.000
                     Laba sebelum pajak                     = Rp 18.000.000
                     Pajak penghasilan                        = ( 15 % x Rp 10.000.000 ) +
                                                                             (  25 % x Rp   8.000.000 )
                                                                          = Rp.  3.500.000
                     Laba bersih   = Rp  18.000.000 -  Rp 3.500.000  = Rp 14.500.000

                                 Rp.  14.500.000
                     ROE =  ---------------------  x 100 %  =  36.25 %
                                 Rp.  40.000.000


Dari ke tiga alternatif di atas  ternyata alternatif  (3) yang memberikan laba bersih yang paling sedikit yaitu sebesar Rp 14.500.000, namun memberikan ROE yang paling tinggi, alternative (3) ini yang baik untuk dipilih asalkan sisa uang yang sebesar Rp 60.000.000 bisa di investasikan ke usaha lain  sehingga dapat memberikan tingkat keuntungan lebih besar dari alternatif (1).

Bagaimana jikalau tingakat bunga pinjaman lebih besar misalnya 35 % per tahun, dengan cara yang sama dapat dihitung laba bersih dan ROE nya untuk ke tiga alternative, coba dikerjakan sendiri.

Suatu perusahaan sebaiknya  memutuskan apakah akan  melakukan pinjaman atau hanya dengan modal sendiri dengan memperhatikan   beberapa kondisi  antara lain ;

(a). Perusahaan  memang benar-benar kekurangan dana untuk menjalankan atau
      mengoperasikan perusahaannya.
(b). Ada kesempatan lain untuk melakukan investasi di tempat lain yang kemungkinan akan
      memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Keuntungan dan Kerugian jika menggunakan modal sendiri atau dengan mengunakan dana pinjaman  dapat di juaraikan sebagai berikut :

Keuntungan  Jika Mengunakan Modal Sendiri :

(a). Tidak ada beban biaya bunga
(b). Modal dalam kondisi relative permanen atau jangka panjang
(c). Penambahan atau pengurangan modal relatif lebih fleksibel
(d). Penambahan atau pengurangan relatif lebih cepat dapat dilakukan

Keuntungan Jika Menggunakan dana Pinjaman :

(a).Beban bunga  merupakan   faktor  yang   dapat   mengurangi   pendapatan   dan   ini  berarti
      mengurangi keuntungan dan menyebabkan pengurangan beban pajak.
(b).Jika tingkat keuntungan yang diperoleh lebih besar dari tingkat bunga ini berarti perusahaan
     akan memperoleh keuntungan.
(c). Dengan menggunakan dana pinjaman akan memberikan peluang  untuk  menanamkan dana
     yang dimilki pada usaha lain yang lebih menguntungkan.
(d).Perolehan laba yang lebih kecil dari yang direncanakan belum tentu keuntungan yang
     diperoleh lebih rendah dari pada menggunakan modal sendiri.

Kerugian Jika menggunakan Modal Sendiri :

(a). Jumlah pajak yang dibayar lebih besar, karena tidak ada pengurangan biaya bunga.
(b). Bilamana keuntungan yang diperoleh lebih kecil dari yang direncanakan maka keuntungan
     per rupiah juga akan berkurang.
(c). kalau tingkat bunga pinjaman ternyata lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh, maka
     perusahaan akan mengalami kerugian sebesar selisih keuntungan dan biaya bunga.
(d). Kehilangan kesempatan untuk melakukan investasi di uasaha lain yang lebih
     menguntungkan.

Kerugia Jika Menggunakan Dana Pinjaman :

(a). Terdapat beban biaya bunga
(b). kerugian akan dialami jika terjadi peningkatan suku bunga, karena penghasilan juga ikut
     menurun.
(c). Penambahan atau penguarangan modal tidak fleksibel.
(d). Penambahan atau pengurangan modal tidak adapat dilakukan dalam jangka waktu yang
     cepat.

(3). Penentuan jumlah Optimum Pinjaman

Perinsip dasar yang harus diperhatikan dalam rangka memaksimumkan tingakat keuntungan perusahaan, adalah dengan  memperhatikan  konsep Biaya Marginal atau Marginal Cost ( MC ).
Marginal Cost ( MC ) ; yaitu  biaya tambahan yang akan dikeluarkan apabila ingin menambah satu unit produksi.  Selain MC juga yang harus diperhatikan adalah  Pendapatan Marinal atau Marginal Revenue ( MR ) ; yaitu tambahan pendapatan yang akan diterima apabila ingin menambahkan satu unit produsi yang akan dinjual.  Sebagaimana diketahui bahwa dalam teori ekonomi apabila ingin memaksimumkan tingkat keuntungan adalah apabila  Biaya marginal harus sama dengan Pendapatan Marginal ( MC = MR ).

Konsep ini juga dapat digunakan dalam menentukan berapa besarnya jumlah pinjaman atau kredit yang optimum  yang bisa dilakukan oleh perusahaan. Dengan menggunakan konsep ini biaya dalam hal ini adalah biaya bunga  ( cost of capital ), yaitu adanya tambahan bunga yang akan dibayar apabila ada penambahan kredit sebanyak  satu satuan. Sedangkan tambahan pendapatan ( revenue ) yang diperoleh akibat dari adanya penambahan satu unit kredit.
 Untuk lebih jelasnya  berikut ini akan dibahas  secara rinci berupa contoh perhitungannya, ( lihat Tabel. 2. Penentuan Jumlah Optimum Pijaman Dikaitkan Dengan Jumlah Kredit )

Tabel. 2. Penentuan Jumlah Optimum Dikaitkan Dengan Penambahan Jumlah Kredit
          
______________________________________________________________________________
Jumlah Produksi   Unit Kredit         Marginal Produk      MR = Harga Produk      MR produk             Marginal
       (Ton )                  ( Rp )                      ( Ton )                   ( Rp/Ton )                      ( Rp)                    Biaya Bunga  
                                                                                                                                                                    Rp              %     
        (1)                          (2)                          (3)                     (4) = (2) x (3)                     (5)                   (6)            (7)
_______________________________________________________________________________

        0                             0                            0                              0                                 0                        0                0
      
        4                      2,5 juta                        4                        100.000                      400.000             200.000       8,0

        7                     3,0 juta                        3                         100.000                      300.000            200.000        6,7

        9                     3,5 juta  *                    2                         100.000                      200.000            200.000        5,7

       10                    4,0 juta                        1                          100.000                     100.000            200.000        5,0

       10                   4,5 juta                        0                          100.000                          0                    200.000        4,4

______________________________________________________________________________

Dari tabel di atas terlihat bahwa MC  yang sama dengan MR  adalah pada saat jumlah kredit sebesar 3,5 juta, ini artinya jumalh kredit yang paling optimim untuk diambil. Sedangka jumlah kredit yang lebih besar yaitu sebesar 4, 0 juta ternyata penambahan pendapatan atau revenue yang dihailkan tidak diimbangi oleh beban biaya bunga yang harus dikeluarkan.

Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sehuungan dengan pemilihan sumber pendanaan dari luar perusahaan anatar lain :

(1). Biaya bunga sebaiknya yang terendah.
(2). Jangka waktu atau limit pinjaman apakah sudah sesuai dengan jangka waktu.
(3). Jenis pinjaman apakah sudah sesuai dengan yang dibutuhkan seperti pinjaman atau kredit
       investasi atau modal kerja, akan dibahas secara khusus dalam bab mengenai pengenalan
       kredit.

3).Penyususnan  Anggaran Perusahaan

(1). Pengertian  dan Tujuan Penyusunan anggaran

Anggaran adalah suatu rencana kerja yang dituangkan dalam nilai satuan uang. Yang berisi tentang rencana penerimaan dan pengeluaran atau belanja dengan jumlah dan waktu tertentu. Anggaran ini dibuat untuk memperoleh suatu gambaran  di masa mendatang berdasrkan suatu asumsi atau batasan-batasan tertentu .

Penyusunan anggaran merupakan langkah alternatif terhadap pencapaian sasaran perusahaan , sehingga dengan adanya anggaran ini diharapkan pengusaha dapat menentukan skala prioritas program kerjanya agar sasaran dapat dicapai. Sehingga demhgna demikian anggaran itu merupakan suatu alat untuk mengarahkan pelekasanaan rencana kerja agar tetap konsisten dengan sasaran yang hendak dituju.

(2). Jenis-jenis Anggaran

Jenis anggaran dapat dibedakan menurut tujuannya dan menurut fungsinya sebagai berikut :

(a). Anggaran Menurut Tujuannya  terdiri atas :

  • Anggaran Modal Kerja ;  yaitu anggaran yang berisi tentang rencana penerimaan dan penggunaan dana untuk menjamin kelancaran pengoperasian perusahaan.
  • Anggaran Investasi ;  yaitu anggaran yang berisi tentang rencana baru, atau penembahan kapasitas operasi atau pergantian alat produksi yang lama pada periode tertentu.
(b). Anggaran Menurut fungsinya terdiri atas :

·         Anggrana Penjualan ;  yaitu anggaran yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pelaksanaan penjualan.
·         Angaran Harga Pokok Produksi ;  yaitu anggaran yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan produksi, meliuputi perhitungan persediaan barang siap jual pada awal periode, persediaan barang sedang dalam proses produksi,  persediaan barang siap dijual pada akhir periode.  Biaya proses produksi adalah meliputi bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya tidak langsung yang berkaitan dengan proses produksi.
·         Anggaran Biaya Umum dan Administrasi : yaitu anggaran yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan yang sifatnya umum dan administrasi.

(3). Langkah-langkah Penyusunan anggaran

Sebelum perusahaan menjalankan opersi perushaannya sebelumnya harus dibuat suatu rencana penyusunan anggaran yang dimulai dari penyusunan angaran penjualan, anggaran penentuan harga pokok produksi, anggaran biaya umum dan administrasi, pembuatan proyeksi neraca, proyeksi rugi/laba, anggaran modal jerja, anggaran investasi, proyeksi arus kas.  Untuk selanjutnya  akan ditunjukkan bagaimana melakukan penyusunan dari anggaran-anggaran tersebut satu persatu sebagai berikut :

Dimisalkan suatu perusahaan CV. Sumber Mina Utama, yang bergerak di bidang usaha penangkapan ikan, memiliki satu unit kapal penangkap ikan  ukuran 60 GT, dengan menggunakan alat mini purse-seine untuk menangkap ikan pelagis ( kembung, layang dll ), dengan waktu operasi  selama 1 bulan  ( per-trip ).

Langkah I  :  Penyusunan Anggaran Penjualan

Membuat penysunan Anggaran Penjualan  berdasarkan analisis perimntaan pasar dan hasil produksi penangkapan ikan, yang selanjutnya dituangkan ke dalam anggaran Penjualan sebagai berikut : ( lihat Tabel. 3. Penyusunan Anggaran Penjualan )
Contoh :

Tabel : 3. Penyusunan Anggaran Penjualan
_____________________________________________________________________________
         URAIAN                                              Per Trip  / bulan                     Per Tahun/ 12 bulan
(1)                                                    (2) = (1) x 12
_____________________________________________________________________________
Penjualan :
Penjualan Tunai  ( ….kg x Rp …..)               Rp ………                                      Rp ………….
PenjualanKredit ( ….kg x Rp …..)                Rp ………                                      Rp …………..
                                                                          ----------------                             --------------------                                                         
Penjualan Kotor                                            Rp ……….                                    Rp …………….
Biaya Penjualan :   
Ongkos Bongkar ( …..kg x Rp …. )               Rp ………..                                  Rp …………
Ongkos Retribusi ( …...kg x Rp ….)              Rp ………..                                  Rp …………..
                                                                         ----------------                              ------------------------
Total Biaya Penjualan                                  Rp …………..                                Rp ……………
                                                                         ------------------                           ------------------------
Penjualan  Bersih                                         Rp ………………                            Rp ………………
________________________________________________________________________________

Langkah II  :  Penyusunan Harga Pokok Produksi

Membuat suatu anggaran produksi berdasarkan ramalan penjualan dengan kapasitas produksi atau perkiraan hasil produksi ikan yang dihasilkan, dan faktor produksi lainnya, contoh penyusunan sebagai berikut : ( lihat Tabel. 4. Penyusunan Harga Pokok Produksi )

Contoh :

Tabel : 4. Penyusunan Harga Pokok Produksi
______________________________________________________________________________
            URAIAN                                                       Per tahun                             
_____________________________________________________________________________________

Biaya Operasional Kapal :
 ( per-trip / 1 bulan )

Solar  ( …….lt x Rp …x 12 bln )                                Rp ………
Oli     ( ……..lt x Rp …x 12 bln )                                Rp ……..
Air     ( …….lt x  Rp …x 12 bln )                                Rp ……..
Es      ( …….blk x Rp ..x 12 bln )                               Rp ……..
Makanan  ( paket x Rp ..x  12 bln )                        Rp ……..     
Dokumen layar ( paketx Rp..x 12 bln )                 Rp ……..
Tenaga Kerja ( 22 org x Rpx 12 bln )                     Rp ……..
Insentif  ( …Ton x Rp …x 12 bln )                            Rp ………   
                                                                            ---------------------
Harga Pokok Produksi                                            Rp ……………    

______________________________________________________________________________                                                           




Langkah  III :  Penyusunan Biaya Umum dan Administrasi

Membuat anggaran biaya umum dan administrasi, berdasarkan  ramalan penjualan dan rencana produksi, yang tujuannya adalah untuk memperlancar operasi perusahaan , contohnya sebagai berikut : ( lihat Tabel. 5. Penyusunan Biaya Umum dan Administrasi )

Contoh :

Tabel : 5. Penyusunan Biaya Umum dan Produksi
______________________________________________________________________________
          URAIAN                                                               Per tahun
______________________________________________________________________________

Biaya Umum                                                                 Rp ……..
Transportasi                                                                  Rp ………

Penyusutan :

Kapal  ( 10% x Rp …… )                                               Rp ……….
Jaring  ( 20% x Rp ….. )                                               Rp ……….

Bunga Kredit :

KI    ( 18 % x Rp……. )                                                   Rp ………..
KMK  ( 18 % x Rp …..)                                                  Rp ………..
                                                                                   ---------------------
 Total Biaya Umum dan Adm                                  Rp ……………….

____________________________________________________________________________________


Langkah IV :  Penyusunan  Proyeksi Neraca

Membuat  Neraca adalah untuk mengetahui kondisi kekayaan perusahaan dan modal yang digunakan dalam membiayai perusahaan untuk lebih jelasnya sebagai berikut : ( lihat Tabel. 4. Neraca Perusahaan ).

Contoh :

Tabel : 4. Neraca Perusahaan
          
                                                CV. Sumber Mina Utama
                                            Neraca, per 31, Desember, ……….
_________________________________________________________________________
              AKTIVA                                                                            PASSIVA
_________________________________________________________________________

Aktiva  Lancar  :                                                                          Hutang  Lancar  :

Kas                                          Rp …….                                         Hutang jangka pendek  (KMK )     Rp……
Bank                                       Rp ……..                                         Hutang dagang                                Rp ……
Pihutang dagang                  Rp ……..                                             
Persediaan                            Rp ……..                                       
                                                --------------                                                                                               ---------------
Total Aktiva Lancar              Rp ……….                                      Total Hutang  Lancar                          Rp ……….
Aktiva Tetap :                                                                             Hutang Tidak Lancar :

Bangunan                              Rp ……….                                      Hutang jangka panjang  ( KI )         Rp ………
Kapal                                      Rp ……….                                                                                                  ------------------                                                           
Jaring                                     Rp ………..                                      Total  Hutang lancar + tdk lancar  Rp …………
Kendaraan                            Rp ………..
Akumulkasi Penysutan :                                                           Modal Sendiri ( equity )                  Rp ………
Kapal                                     Rp (………)
Jaring                                     Rp ( ……..)                                     Cadangan                                          Rp ………..
Kendaraan                            Rp ( ……..)                                      Laba yang ditahan                          Rp ………..
                                               ------------------
Total Aktiva Tetap               Rp …………

____________________________________________________________________________________

   TOTAL  AKTIVA                 RP ……………….                                TOTAL  PASSIVA                              RP ……….
________________________________________________________________________________                          


Langkah  v  :  Penyusunan  Proyeksi Rugi /  Laba ( income statement ) :
Penyususnan Proyeksi Rugi/ Laba adalah untuk mengetahui pendapatan perusahaan dalam periode tertentu, umumnya pada saat tutup buku atau satu tahun akuntansi untuk jelasnya, ( lihat Tabel. 5. Proyeksi Rugi/ Laba Perusahaan ).

Contoh :

Tabel : 5. Proyeksi Rugi / Laba perusahaan
___________________________________________________________
        U R A I A N                                                          Per tahun
___________________________________________________________
 
Penjualan  Bersih                                                      Rp …………

Harga Pokok Produksi                                              Rp ………….
                                                                                     -----------------
Laba Kotor                                                                  Rp ……………

Biaya umum dan Administrasi                                Rp ……………
                                                                                     ---------------------
Laba  Bersih sebelum Pajak                                     Rp …………….                                      

Pajak    Penghasilan                                                   Rp …………….
                                                                                      -----------------------
Laba bersih setelah Pajak                                         Rp ……………..

_______________________________________________________________

LANGKAH  VI  :  Anggaran Modal  Kerja

Penyusunan anggran modal kerja adalah untuk mengetahui berapa kebutuhan dana dalam satu periode kegiatan usaha, ( lihat tabel. 6. Penyusunan Anggaran Modal Kerja  Perusahaan ).

Contoh :




Tabel : 6. Penyusunan Anggaran Modal Kerja Perusahaan

                                                                                 Biaya Modal Kerja  ( per 3 bulan operasi )
___________________________________________________________________
    U R A I A N                                     Jenis            Jumlah           Harga             Jumlah
                                                           Satuan         Satuan           Satuan             Harga
___________________________________________________________________
    Biaya Modal Kerja  ( per bulan )
    Solar                                                 lt                  lt                      Rp.                  Rp.
    Oli                                                     lt                  lt                      Rp.                  Rp.
    Air                                                     lt                  lt                      Rp.                  Rp.   
    Es                                                    Balok             Balok              Rp.                  Rp.
    Makanan                                       Paket             Paket              Rp.                  Rp.
    Obat-obatan                                 Paket             Paket              Rp.                  Rp.
    Dokumen layar                             Trip                Trip                 Rp.                 Rp.
    Insentif / bonus                            Ton                 Ton                Rp.                 Rp.
                                                                                                                                  ------------------------
   Jumlah Biaya Langsung  ( per bulan  )                                                              Rp.  
   Jumlah Biaya Langsung ( per 3 bulan  atau  1 x 3 bulan )                             Rp.    ( X )

  Biaya Tidak Langsung  ( per tahun )
  Tenaga  Kerja                               Orang/bln      12 bln             Rp.                   Rp.
  Biaya umum & Adm                       Bln               12 bln             Rp.                   Rp.
  Transport                                         Bln                12 bln             Rp                   Rp.
  Listrik                                                Bln                12 bln             Rp.                  Rp.
  Telepon                                            Bln                12 bln             Rp.                  Rp.
  ATK                                                    Bln                12 bln             Rp.                  Rp.  
  Penyusutan :
  Kapal    (  10 thn)                                                     0,10              Rp.                 Rp.
  Jaring    (  3 thn )                                                      0,33              Rp.                Rp.
  Kendaraan  ( 5 thn )                                                0,20              Rp.                Rp.     
                                                                                                                                 -------------------------------
  Jumlah Biaya Tidak Langsung ( per tahun )                                                    Rp.   
  Jumlah Biaya Tidak langsung  ( per 3 bulan atau  12/4 bulan )                   Rp.    ( Y )

  Jumlah Modal Kerja  ( per 3 bulan )                                                                 Rp.  ( X + Y )
  Modal Kerja Tersedia  :
  Kas                                                                                                                         Rp.
  Bank                                                                                                                      Rp.
  Pihutang Dagang                                                                                                 Rp.
  Persediaan Barang                                                                                              Rp.
                                                                                                                      -----------------------
  Jumlah Modal Kerja Tersedia                                                                           Rp. (  Z  )
  Tambahan Modal Kerja  ( melalui Kredit )                                                     Rp. ( X + Y ) – ( Z )    
__________________________________________________________________________________
Seandainya kebutuhan modal kerja secara keseluruhan tidak bisa dipenuhi oleh dana dari para pemilik maka kekurangannya bisa dipinjam dari pihak luar atau dari kredit  perbankan  yang disebut dengan Kredit Modal kerja ( KMK ).
                                
Kredit Modal  Kerja yang dibutuhkan ( untuk  3 bulan operasi )  = Rp. ( X + Y ) – ( Z ) = ( K )
Diangsur  3 kali @ Rp.  ( K )   :  3  ( K/3 ).
Angsuran Pertama dibayar pada akhir triwulan II, bunga dibayar per teriwulan mulai dari   
Triwulan pertama. Bunga Pinjaman dari sisa pinjaman sebesar, 18 % per tahun atau  4,5 % per triwulan

Berikut ini  dijelaskan  bagaimana menyusun jadwal pelunasan kredit modal kerja, ( lihat Tabel : 7. Penyusunan Jadwal Pelunasan Kredit Modal Kerja ).

Contoh :

 Tabel : 7.  Jadwal Pelunasan Kredit Modal Kerja ( KMK )

__________________________________________________________________________
              U R A I A N                      Triwulan I          Triwulan II      Triwulan III    Triwulan IV
__________________________________________________________________________

     Sisa pinjaman                                       ( K )                        ( K ) – 1             ( K ) – 2                  0

     Angsuran                                                0                                1                        2                         3
     Bunga                                                      3 bln                         3 bln                  3 bln                  3 bln

     Angsuran + Bunga                                Bunga             ( Angs + Bng )       ( Angs + Bng )     ( Angs + Bng )

____________________________________________________________________________

  
LANGKAH  VII :  Penyusunan  Anggaran Investasi

Penyusunan anggaran kebutuhan kredit investasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, kredit investasi ini umumnya jangka waktunya lebih lamam dari kredit modal kerja, untuk lebih jelasnya ( lihat Tabel. 8. Penyusunan Anggaran Kredit Investasi  dan Tabel. 9. Penyusunan Jadwal Pelunasan Kredit investasinya).

Contoh :




Tabel : 8. Penyusunan Anggaran Kredit investasi

_____________________________________________________________
     MODAL                                       Jenis                  Jumlah                     Harga                       Jumlah
                                                         Satuan               Satuan                     Satuan                        Harga
_____________________________________________________________________________
                                                
     Kapal 60 GT                               Unit                     Unit                         Rp.                               Rp.
     Jaring Purse seine                    Unit                     Unit                         Rp.                               Rp.
     Kendaraan Pick-up                  Unit                     Unit                          Rp.                              Rp.
                                                                                                                                                           ----------------------                                                                                                                                
     Jumlah  Kebutuhan Kredit Investasi    ( KI )                                                                           Rp.  ( X )

______________________________________________________________________________

Kredit Investasi ( KI ) yang dibutuhkan  ( selama  5 tahun )  = Rp. ( X )
Diangsur 5 Kali  @  Rp. ( X ) : 5  atau ( X/5 ).
Angsuran Pertama pada akir tahun pertama, sebanyak 5 kali Angsuran.
Bunga 12 % per Tahun, dibayar  pertahun dimulai pada akhir  tahun pertama.

Contoh :

Tabel : 9.  Penyusunan Jadwal Pelunasan Kredit Investasi ( KI ) :
______________________________________________________________________

 U R A I A N                   Tahun I          Tahun  II          Tahun III       Tahun  IV              Tahun V   
_______________________________________________________________________
       
Sisa Pinjaman               ( X ) - 1               ( X ) – 2          ( X ) – 3        ( X ) – 4                ( X ) – 5

Angsuran                          1                         2                    3                    4                            5

Bunga                              12%                   12%                12%              12%                      12%

Angsuran + Bunga      ( A + B )            ( A + B )            ( A + B )       ( A + B )                ( A + B )

_________________________________________________________________________

LANGKAH  VIII  :  Penyusunan  Proyeksi Arus Kas

Langkah ini adalah langkah terakhir dalam penyusunan anggaran keuangan perusahaan, untuk lebih jelasnya ( lihat Tabel . 10. Penyusunan Arus Kas ).

Contoh :

Tabel : 10. Penyusunan Arus Kas
_____________________________________________________________________________
                  U R A I A N                           Trw I                      Trw  II                     Trw III                     Trw IV
_____________________________________________________________________________

Sumber Dana :

Laba Usaha
Penyusutan
Bunga
Berkurangnya persediaan
Kredit Investasi
Kredit Modal Kerja
                                                   ____________________________________________________________

Jumlah :

Penggunaan Dana :
Aktiva Tetap
Bertambahnya Pihutang
Bertambahnya Persediaan
Bunga
Angsuran KI
Angsuran KMK
                                                _______________________________________________________________
Jumlah :

Surplus / Defisit
Kas Awal
                                               ______________________________________________________________
Kas Akhir
                     
___________________________________________________________________________________

Secara lebih rinci  rencana  penyusunan  angaran  ini   akan   di berikan contoh pada  bab lainnya ( bab terakhir )  yaitu pada saat membahas  penyusunan proposal atau studi kelayakan usaha ( feasibility study ).

4). Analisa  Laporan  Keuangan Perusahaan

(1). Tujuan  Analisis Laporan Keuangan

Untuk mengetahui sampai sejauh mana kinerja dari suatu perusahaan dapat diketahui dari kondisi keuangan perusahaan,  sedangkan kondisi keuangan suatu perusahaan dapat dilihat melalui laporan keuangan perusahaan.

Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi suatu perusahaan,  dan dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi antara data-data yang ada dalam laporan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan tersebut antara lain; pemilik perusahaan, pihak manajemen, kreditor, perbankan, investor, pemerintah dan para karyawan perusahaan.

Masing-masing pihak yang berkepentingan dengan perusahaan mempunyai tekanan yang berbeda-beda  terhadap laporan keuangan tersebut, oleh karena itu laporan keuangan haruslah dapat memenuhi seluruh keinginan tersebut.  Berikut ini dberikan tujuan dari adanya laporan keuangan yang dapat memenuhi berbagai keinginan  yang dimaksud  sebagai berikut :

  • Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva atau asset perusahaan, kewajiban dan modal suatu perusahaan.
  • Memberikan informasi tentang perubahan aktiva netto ( aktiva dikurangi kewajiban ) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
  • Memberikan informasi keuangan perusahaan  dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  • Memberikan informasi tentang kegiatan pembiayaan dan investasi perusahaan.
  • Mengungkapkan informasi-informasi lain sesuai dengan keinginan atau kepentingan para pengguna lapoar keuangan perusahaan.

Semua informasi-informasi keuangan ini  merupakan faktor internal perusahaan yang sangat penting  bagi masing-masing yang berkepentingan terutama dalam kaitannnya dengan suatu pengambilan keputusan ekonomi.

(2). Bentuk Laporan Keuangan

Laporan keuangan terdiri dari  Neraca atau  “Balance Sheet”  dan  perhitungan Rugi/ Laba atau “Income Statement”.

(a). N e r a c a ( Balance Sheet )  :

Neraca suatu perusahaan menunjukkan jumlah aktiva atau harta ( asset ), kewajiban atau hutang dan  modal  ( equity ) suatu perusahaan pada tanggal tertentu.  Sehingga dengan demikian Neraca  adalah menunjukkan posisi keuangan  suatu perusahaan pada tanggal tertentu, meskipun pada umumnya  dibuat pada saat perusahaan melakukan tutup buku atau akhir periode akuntansi suatu perusahaan yaitu pada akhir tahun takwim ( 31 Desember ).

Untuk mengetahui tingkat perkembangan atau kemajuan suatu perusahaan biasanya dapat diketahui melalui membandingkan  Neraca Perusahaan tahun sedang berjalan  dengan Neraca Perusahaan tahun yang lalu.


Berikut ini diberikan contoh bentuk Neraca Perusahaan CV. Sumber Mina Utama : ( Lihat Tabel. 11 Neraca Perusahaan )

Tabel : 11. Neraca CV Sumber mina Utama


CV. SUMBER  MINA  UTAMA
Neraca Perbandingan 31 desember 2009 dan  2010

                                                                         2009             2010                     Naik / Turun     
                                                                                                                       Jumlah              %  
______________________________________________________________________________                                                                         

A K T I V A

Aktiva Lancar  :
Kas
Bank
Pihutang
Biaya dibayar dimuka
Persediaan barang
                                                                   _______________________________________________
Total  Alktiva  Lancar :

Aktiva  Tetap :
Bangunan
Kapal
Jaring
Kendaraan
Akumulasi penyusutan
                                                                ___________________________________________________
Total Aktiva Tetap :
                                                                _____________________________________________________
T O T A L   A K T I VA :
____________________________________________________________________________________

P A S S I V A

Hutang :

Hutang Lancar :
Hutang Jangka pendek ( KMK )
Hutang dagang
                                                               _____________________________________________________
Total Hutang Lancar :

Hutang tidak Lancar :

Hutang Jangka panjang ( KI )
                                                           __________________________________________________________
Total Hutang :

Modal ( equity ) :
Modal saham
Cadangan
Laba ditahan
Laba sedang berjalan
                                                           __________________________________________________________
Total Modal  :                                               
                                                          _________________________________________________________
 T O T A L  P A S S I V A  :

______________________________________________________________________________

Penjelasan  Komponen dari Neraca sebagaimana di atas :

(1). A k t i v a :

Aktiva adalah cerminan dari kekayaan ( asset ) perusahaan, yang terdiri dari Aktiva Lancar dan Aktiva  Tetap. Adapun komponen dari ativa lancar adalah harta perusahaan yang paling liquid atau  harta dalam bentuk uang tunai ( cash ) atau yang harta yang mudah dijadikan uang, sedangkan komponen dari Aktiva Tetap adalah harta perusahaan dalam bentuk barang tidak bergerak maupun bergerak yang liquiditasnya sangat rendah atau memerlukan waktu yang relatif lama untuk bisa dijadikan uang.

Komponen Aktiva Lancar :

·         Kas  ;  adalah uang tunai milik perusahaan yang di simpan atau terdapat dalam Kas
Perusahaan, sehingga dianggap yang paling liquid atau mudah dicairkan.
·         Bank ;  adalah uang milik perusahaan yang disimpan di dalam Bank, dianggap cukup liquid karena membutuhkan waktu untuk melakukan pencairannya.
·         Pihutang ;  adalah uang milik perusahaan yang terdapat pada orang lain yang segera bisa dicairkan, tetapi derajat liquiditasnya tidak seperti yang dismpan di Bank.
·         Biaya dibayar dimuka ;  biaya-biaya perusahaan yang pembayarannya dilakukan di depan, meskipun masih menjadi milik perusahaan namun penarikannya memerlukan waktu yang relative lebih lama dari pihutang.
·         Persediaan ; adalah harta perusahaan dalam bentuk barang produksi yang masih tersisa dan inipun bisa di uangkan namun memerlukan waktu yang cukup lama.

Komponen Aktiva Tetap :

  • Bangunan ; adalah berupa tanah dan bangunan milik perusahaan yang sewaktu-waktu bisa dijadikan uang namun butuh waktu yang relative lama.
  • Mesin-mesin dan kendaraan ; adalah harta perusahaan yang sewaktu-waktu bisa dijadikan uang.

(2). P a s s I v a :

Passiva adalah hutang dan modal perusahaan yang digunakan untuk menjalankan kegiatan perusahaan. Pada intinya  modal perusahaan itu dapat diperoleh dari dalam perusahaan ( modal sendiri ) dan dapat juga diperoleh dari luar perusahaan atau yang disebut dengan hutang perusahaan.

Komponen Hutang :

  • Hutang Lancar ; adalah kewajiban perusahaan yang segera harus dipenuhi pembayarannya atau pengembaliannya, jangka waktu pengembalian biasanya  dibawah satu tahun  seperti hutang dagang dan atau kredit modal kerja ( KMK ).
  • Hutang Tidak Lancar ; adalah kewajiban perusahaan yang jangka waktu pengembaliannya di atas satu tahun atau hutang jangka menengah dan hutang jangka panjang seperti  kredit investasi ( KI ).

Komponen Modal :

  • Modal Sendiri ; adalah modal yang diperoleh dari pemilik atau pemegang saham perusahaan.
  • Cadangan ; adalah modal yang didapatkan dari keuntungan perusahaan yang sengaja di alokasikan sebagai cadangan, untuk kepentingan pengembangan perusahaan.
  • Laba yang ditahan ; adalah laba perusahaan yang sebagian atau seluruhnya ditahan, biasanya untuk mengantisipasi rendahnya tingkat keuntungan  agar citar perusahaan tidak begitu jeleknya dimata para pemegang saham.
  Dalam rangka untuk mempertahankan tingkat liquiditas perusahaan, maka :

·           Aktiva lancar sebaiknya dibiayai dari hutang jangka pendek.
·           Aktiva tetap yang bergerak atau berputar secara berangsur seperti; gedung, mesin, kendaraan dan sabagainya, hendaknya dibiayai dari hutang jangka panjang atau modal sendiri, terkecuali dengan alasan untuk menghindari besranya pajak bisa dengan cara menyewa karena biaya sewa termasuk dalam biaya atau ongkos produksi.
·           Aktiva tetap yang tidak bergerak  atau tetap, seperti tanah hendaknya dibiayai dengan modal sendiri, tanah tidak termasuk barang yang bisa disusutkan.
·           Modal sendiri ;   bisa dalam bentuk berwujud ( tangible ) atau disebut Net worth,  sedangkan yang tidak berwujud ( in-tangible ) seperti goodwill ( paten ).

(b). Perhitungan Rugi / Laba  ( income statement ) :

Laporan rugi / laba adalah  menggambarkan  kinerja perusahaan mengenai penghasilan, biaya dan rugi/ laba yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.  Untuk dapat melakukan perhitungan rugi / laba perusahaan setidaknya ada empat unsur yaitu :

(1). Penghasilan yang diperoleh dari uasaha pokok perusahaan.

(2). Biaya-biaya usaha yang terdiri dari biaya penjualan, dan biaya umum/ administrasi
      ( operating expenses ).

(3).  Penghasilan serta biaya di luar usaha pokok perusahaan ( non operating expenses ).

(4).  Rugi / Laba  sebelum pajak pendapatan.

Berikut ini ditunjukkan  bagaimana melakukan perhitungan untuk memperoleh atau mengetahui Rugi / Laba perushaan dalam satu periode kegiatan, umumnya selama satu tahun sebagai berikut : ( lihat Tabel. 12. Perhitungan Rugi/Laba )

Tabel : 12. Perhitungan Rugi / Laba

CV.  SUMBER  MINA  UTAMA
Perhitungan  Rugi / Laba
Periode Tahun  2009 dan 2010

_____________________________________________________________________________

          U R A I A N                                                  2009             2010                             Naik / turun
                                                                                                                                          Jumlah           %
______________________________________________________________________________

Penjualan  Bersih         
Harga Pokok Penjualan
( cost of good sold )
                                                             ______________________________________________
Laba Kotor ( Bruto )

Biaya Usaha :

Biaya Penjualan
Biaya Umum / Adm
Biaya Penyusutan
                                                            ___________________________________________________
Total  Biaya  Usaha
______________________________________________________________________________

Laba  Usaha ( EBIT )

Pendapatan di luar Usaha-
Pokok perusahaan   

Biaya  Bunga
____________________________________________________________________________________       
Laba Sebelum Pajak ( EBT )

Pajak Penghasilan
                                              _______________________________________________________
Laba Bersih ( EAT )
______________________________________________________________________________
 Catatan :
EBIT  ;  Earning Before interest and Tax
EBT   ;  Earning Before Tax
EAT   ;  Earning After Tax


(3). Melakukan analisis laporan Keuangan

Analisis terhadap laporan keuangan ini dilakukan adalah untuk tujuan menjelaskan terjadinya perubahan-perubahan yang terjadi dalam angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Selajutnya perubahan-perubhan tersebut di interpretasikan sehingga menjadi data yang lebih berguna dalam pengambilan keputusan selanjutnya.

Untuk dapat menarik kesimpulan dan pembuatan interpretasi terhadap data yang terdapat dalam laporan keuangan perushaan selain menggunakan data yang terdapat dalam laporan juga bisa menggunakan data dari luar data industry atau perusahaan yang sejenis sebatas  sebagai pembanding.

Terdapat beberapa jenis dalam melakukan analisis laporan keuangan perusahaan antara lain :

(a).  Analisis Horizontal dan Vertikal :

  • Analisis Horizontal ; adalah analisis yang dilakukan dengan membandingkan kondisi saat sekarang terhadap kondisi yang lalu, seperti membandingkan keuntungan saat sekarang dengan keuntungan tingkat keuntungan tahun yang lalu, dengan membandingkan data tersebut diketahui apakah terjadi peningkatan atau penurunan, contoh sebagai berikut :

( Keuntungan  pada saat sekarang ) – ( Keuntungan Tahun lalu )
----------------------------------------------------------------------------------- X 100 %  =     %
                          ( Keuntungan tahun Lalu )

  • Analsis Vertikal  ;  adalah analisis yang dilakukan dengan membandingkan suatu pos tertentu yang terdapat dalam laporan keuangan, seperti membandingkan total aktiva tetap pada saat sekarang dengan total aktivanya,  begitu juga untuk tahun yang lalu. Dengan membandingkan  hasil-hasil perhitungan  dari kedua tahun tersebut ( tahun saat sekarang  dengan tahun lalu ), dimungkinkan untuk diketahui bagaimana perkembangan kekayaan perusahaan. Contoh sebagai berikut :

                                  ( Total Aktiva Tetap )
                                  ----------------------------  X 100 %  =   %
                                   ( Total Aktiva )

      Membandingkan  pos-pos  yang  terdapat  dalam  laporan  keuangan  tidak  hanya  bisa
      dilakukan terhadap aktiva, juga untuk pos-pos yang lainya seperti Hutang dan lain-lain.

(b). Analisis  Rasio :

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dengan menggunakan analisis rasio terhadap laporan keuangan antara laian : (1). Analisis Liquiditas, (2). Analisis Pengungkit, (3).Analisis Kegiatan, dan (4). Analisis Rentabilitas. Untuk lebih jelasnya akan dibahas satu persatu sebagai berikut :

(1). Analisis Liquiditas  ( liquidity Analysis ) :

Analisis liquiditas yaitu suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat liquidnya aktiva ( harta ) perusahaan yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban perusahaan yang segera jatuh tempo,  yang terdapat pada saat laporan keuangan tersebut dibuat. Analisis ini menghubungkan antara aktiva lancar dan hutang lancar perusahaan.  Terdapat tiga macam analisis yang biasa digunakan yaitu :

a). Current Ratio ;  yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat kesanggupan perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau hutang jangka pendeknya. Dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :

                                                        Aktiva Lancar
                          Current Ratio  =    ------------------
                                                        Hutang Lancar

Dengan membandingkan  angka current rasio  dari tahun sedang berjalan dengan  tahun yang lalu bisa diketahui  perbedaan kondisi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya yang dengan segera jatuh tempo.

b). Rasio Modal Kerja Bersih  ( net working capital ratio ) ; yaitu rasio yang digunakan juga untuk mengetahui tingkat liquiditas perusahaan, dengan cara mengurangi aktiva lancar dengan hutang lancar.

                           Net Workong Capital Ratio  =  ( Aktiva Lancar ) -  ( Hutang  Lancar )

c). Quick Ratio atau Acid Test Ratio ;  yaitu rasio yang digunakan untuk mengetahui tingkat liquiditas perusahaan yang paling liquid, dengan cara mengurangi aktiva lancar dengan persediaan dan pembayaran dimuka karena kedua pos ini dianggap kurang cukup liquid atau tidak bisa dengan segera untuk bisa dijadikan uang tunai ( cash ).

                           ( Aktiva Lancar ) -  ( Perediaan + Pembayaran dimuka )
Quick Ratio   =   ------------------------------------------------------------------------
                                               ( Hutang Lancar )

(2). Analisis Pengungkit ( Leverage Ratio )  :

Analisis pengungkit  adalah rasio yang digunakan untuk membandingkan dana yang disediakan oleh pemilik dengan dana dari pinjaman atau kreditor.  Terdapat tiga macam analisis yang bisa digunakan yaitu :

a).  Debt Ratio  ;  yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur prosentase dana yang disediakan oleh oleh pihak kreditor, dengan cara membandingkan total hutang dengan total aktiva, lihat rumus dibawah ini :


                                                 Total  Hutang
                         Debt Ratio  =   -------------------  X 100 %
                                                  Total Aktiva

Biasanya semakin tinggi kenaikan rasio ini perusahaan akan kesulitan untuk melakukan atau penambahan kredit baru yang diinginkan.

b). Times Interest Earned  Ratio ; yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh tingkat keuntungan/ laba yang diperoleh tanpa mengakibatkan kesulitan keuangan bagi perusahaan yang akan membayar bunga tahunan. Dengan membagi laba sebelum bunga dan pajak ( EBIT ) dengan Biaya Bunga.

     
                                                                  Laba sebelum bunga dan Pajak ( EBIT )
               Times Interest Earnd Ratio  =   ----------------------------------------------------
                                                                                 Biaya  Bunga

c). Rasio Aktiva Tetap terhadap Kewajiban Jangka Panjang ;  yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh aktiva tetap perusahaan dibelanjai dari pinjaman, atau sejauh mana hutang jangka panjang dapat dilindungi jaminannya berupa aktiva tetap.

                                                                                                            Aktiva  Tetap
     Rasio Aktiva Tetap terhadap Kewajiban Jangka Panjang =   -----------------------------------
                                                                                                     Kewajiban Jangak Panjang

(3). Analisis Kegiatan ( Activity analysis ) :

Analisis ini digunakan untuk mengukur tingkat keefektifan pengelolaan sumber daya yang dimiliki perusahaan, terdapat beberapa macam analisis yang umumnya digunakan antara lain :

a). Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover ) ;  adalah analisis rasio yang digunakan untuk menunjukkan berapa kali persediaan barang yang dijual dan diganti dalam satu periode, semakin tinggi angka perputaran berarti semakin baik jalannya operarasi perusahaan. Rumusnya sebagai berikut :



                                                     Harga Pokok Penjualan
             Inventory Turnover  =    -------------------------------
                                                      Persediaan rata-rata

b). Jangka Waktu Persediaan ;  adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkkan rata-rata lamanya  menahan persediaan  sebelum dijual.


                                                                           Persediaan rata-rata
           Jangka Waktu Persediaan  =   --------------------------------------------------------
                                                            Harga Pokok Penjualkan rata-rata per hari 


c). Perputaran Pihutang ;  adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan berapa kali melakukan penagihan dalam satu periode.

                                                           Penjualan Bersih
          Perputaran Pihutang  =      ---------------------------------
                                                       Saldo rata-rata Pihutang

d).  Jangka Waktu Penagihan ;  adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan barapa lama rata-rata memerlukan waktu untuk menagih pihutang.

                                                                Saldo rata-rata Pihutang
            Jangka Waktu Penagihan  =    --------------------------------------
                                                             Rata-rata Penjualan Per Hari

e).  Perputaran Aktiva Tetap ( Fixed Asset Turnover ) ;  adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan  efektifitas penggunaan aktiva tetap dalam aktivitas menghasilkan pendapatan.


                                                                      Penjualan
           Perputaran Aktiva Tetap  =   ---------------------------------------
                                                          Rata-rata Aktiva Tetap Bersih


f).  Perputaran Total Aktiva ( Total Asset Turnover ) ;   adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan efektifitas penggunaan total aktiva.



                                                              Penjuaan  Bersih
          Perputaran Total Aktiva  =     -------------------------------
                                                          Rata-rata Total  Alktiva


(4).  Analisisi Profitabilitas :

Analisis profitabilitas, adalah suatu rasio yang biasanya digunakan untuk  mengukur tingkat kemempuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan  antara lain :


a).  Profit  Margin ;  yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur berapa laba yang dapat dihasilkan dalam  setiap rupiah  yang digunakan  melalui penjualan yang telah dilakukan.


                                                  Laba  Bersih
                Profti Margin   =   ------------------------
                                               Penjualan Bersih

                                              
b).   Return on Invesment ( ROI ) ;  adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat laba yang dihasilkan untuk setiap rupiah aktiva yang ditanam dalam perusahaan.

                 

                                        Laba Bersih Sebelum Bunga dan Pajak ( EBIT )
                         ROI   =    -------------------------------------------------------------
                                                             Rata-rata Total Aktiva


c).  Return on Equity ( ROE ) ; adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat laba yang diperoleh dari setiap rupiah modal yang ditanam.


                                                 Laba Bersih
                          ROE  =        ----------------------
                                              Rata-rata Modal


(5). Analisis  Solvabilitas :

Analisis Solvabilitas, adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya apabila sekiranya perusahaan tersebut akan diliquidasi atau bangkrut ( Pailit ). Terdapat beberapa kemungkinan yang dialami oleh perusahaan yaitu : (a). Perusahaan likquid tetapi insolvable, (b). Perusahaan liquid dan solvael, (c). Perusahaan solvable tetapi inliquid,dan (d). Perusahaan insovabel dan illiquid.

Dalam kondisi perusahaan Insolvabel dan Illiquid,   kedua-duanya pada suatu waktu akan menghadapi kesukaran finansial, yaitu pada waktu tiba saatnya untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya.  Tetapi bilamana perusahaan dalam kondisi insolvable tetapi liquid tidak akan segera mengalami kesukaran finansial, tetapi  yang illiquid akan segera mengalami kesukaran keuangan apabila segera menghadapi tagihan-tagihan dari kreditornya. Namun demikian perusahaan ini masih ada kesempatan untuk memperbaiki kondisi keuangannya, kecuali kalau gagal yang terpaksa harus di liquidasi.
Tredapat bebrapa cara untuk mengetahui apakah perusahaan dalam kondisi yang solvable atau tidak sebagaimana berikut :


a).  Solvabilitas ;  yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana harta (asset ) perusahaan dapat membayar hutang-hutangnya apabila di liqudasi,  dengan membandingkan persentase dari total aktiva ( asset ) dengan total hutang. Rumusnya sebagai berikut :

                                      Total Aktiva
          Solvabilitas  =    ----------------------
                                      Total Hutang


b). Modal Sendiri ( net worth ) ;  yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana persentase modal milik sendiri yang dapat digunakan untuk membayar semua tagihan kalau perusahaan di likquidasi. Dalam modal sendiri ini tidak termasuk modal yang sifatnya intangible. Rumusnya sebagai berikut :

                                                 Modal Sendiri
           Net worth Capital  =   ------------------------
                                                  Total Hutang

Kalau angka dari solvabilitas ini  nialinya 100 %  berarti  setiap rupiah saset perusahaan dapat menutup setiap rupiah tagihan atau hutang yang dimilkioleh perusahaan, kalau lebih dari 100 % berarti jaminan perusahaan terhadap hutang lebih besar begitu juga sebaliknya kalau kurang dari 100 % berarti jaminannya masih kurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar